Langsung ke konten utama

Berani Ambil Resiko Seperti Columbus

Apa Yang Bisa Ditiru Dari Columbus

Saya yakin sebagian besar dari anda sudah tidak asing lagi dengan tokoh yang satu ini. Columbus adalah tokoh yang terkenal karena telah menyeberangi samudra Atlantik sampai ke benua Amerika. Selama ini sebagian dari kita tahunya Columbus adalah penemu benua amerika, tapi sejarah sebenarnya tidak sepenuhnya demikian. Untuk lebih jelasnya silahkan anda baca sendiri tentang sejarah penemu benua Amerika di buku-buku sejarah. Karena di sini saya tidak akan menjelaskan tentang penemu benua amerika Itu Columbus atau bukan. Tapi yang jelas saya akan menjelaskan sebuah pelajaran berharga tentang keberanian untuk membuktikan kebenaran dan meraih kesuksesan.

Mari kita kilas balik sejarah masa lalu. Columbus yang bernama lengkap Cristopher Columbus adalah petualang asal Italia, seorang penjelajah yang percaya bahwa bentuk bumi ini bulat atau bola kecil dan   yakin bisa menemukan jalan lebih praktis ke daerah Asia di timur dengan cara berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik. Di zaman ini semua orang di Eropa percaya bahwa bumi ini datar dan apa yang di katakan Columbus tersebut dikatakan ide konyol. Sehingga apa yang diyakini Columbus pun mendapat cibiran. Untuk membuktikan teorinya tersebut Columbus berusaha meyakinkan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Apa yang dilakukan Columbus pun membuahkan hasil. Raja dan Ratu setuju dengan ide yang disampaikan Columbus dan memberikan biaya penuh atas misi yang akan dilakukan. Dan akhir dari kisah itu Columbus berhasil menginjakkan kakinya ke benua Amerika.

Apa Yang Bisa Ditiru Dari Columbus

Ada beberapa hal yang bisa kita tiru dari Columbus yaitu tentang keberanian mengambil resiko atas sesuatu yang diyakini benar, tentang keyakinan atas tujuan yang telah ditetapkan dan sebuah tentang sebuah perjuangan berat yang harus diraih dalam mewujudkan impian. Semangat yang semacam ini perlu kita tiru dan kita tanamkan dalam kehidupan kita.

Mulai sekarang kita harus sadar bahwa untuk mencapai sebuah tujuan yang besar, itu membutuhkan Perjuangan yang besar. Satu pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri, sudah berapa kali kita berani mengambil resiko? Perjuangan yang seperti apa yang sudah kita lakukan? dan seberapa yakin anda akan mampu meraihnya?

Kalau kita hanya sekali dua kali saja gagal itu adalah hal yang biasa. Tidak perlu kita sedih atau kecewa terlalu larut. Percayalah hal itu tidak akan berbuah apa-apa pada diri kita.  Bukankan Thomas Alfa Edison gagal sampai 9.998 kali percobaan saat menemukan lampu pijar. Baru setelah percobaan ke 9.999 Thomas dapat menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang.

Sekarang saatnya kita memilih tetap menjadi orang yang takut gagal atau menjadi orang yang optimis untuk melakukan perubahan. Kita harus belajar dari tokoh-tokoh besar dunia seperti Columbus dan tokoh-tokoh yang lain, supaya kita menjadi pribadi yang berani, kuat dan memiliki keyakinan yang tinggi atas apa yang kita kerjakan. Kita percaya tidak ada sesuatu yang mustahil di dunia ini, selama kita mau mencoba dan terus mencoba sampai kita memperoleh apa yang kita inginkan. Kita ini adalah generasi cerdas, generasi calon-calon pemimpin bangsa. Kalau semua tidak kita mulai dari diri kita dan dari sekarang kapan lagi. Perubahan itu akan datang jika kita memutuskan untuk berubah dan mau melakukan tindakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Memotivasi Anak Untuk Rajin Belajar

Cara Memotivasi Anak Untuk Rajin Belajar. Salah satu tantangan  bagi orang tua dan guru dalam hal pendidikan anak adalah sulitnya memotivasi anak mau belajar. Berbagai macam cara terus diupayakan agar anak-anak yang mereka asuh memiliki motivasi yang kuat dan meraih prestasi yang membanggakan. Namun yang masih sering terjadi, usaha tersebut belum sepenuhnya berhasil. Anak-anak tetap saja malas belajar, mereka belajar kalau diminta, bahkan tidak jarang anak-anak tersebut tidak peduli dengan hasil belajar mereka sendiri.

Pertanyaannya siapakah yang salah?

Apakah  anak? ataukah kita sebagai orang tua dalam mendidik anak?

Saya yakin akan ada banyak jawaban dari pertanyaan ini. Mungkin akan ada yang mengatakan anak yang salah. Ada yang lain mungkin akan menjawab guru dan orang tua yang salah. Bahkan saya yakin ada juga yang menjawab dua-duanya salah. Anak salah, orang tua dan guru juga salah.

Terlepas dari semua  jawaban Anda, menurut saya pribadi, orang tua dan guru lah yang paling banyak pun…

saya sensitif

Obat herbal murah alami berkhasiat